1.Membagi
waktu dengan baik.
Seorang
siswa harus bisa membagi waktunya dengan baik agar berprestasi di sekolah. Bisa
membagi waktu antara belajar, bermain, membantu orang tua, istirahat, termasuk
main facebook-an, twiter-an atau blogging bagi yang sudah terlanjur hobi
berselancar di dunia maya.
2.Meminati
semua mata pelajaran.
Kurang
menyukai satu atau beberapa mata pelajaran di sekolah merupakan suatu kerugian bagi
siswa yang ingin berprestasi. Mengapa? Otomatis nilai pada mata pelajaran ini juga
kurang memuaskan sehingga mempengaruhi jumlah nilai semua mata pelajaran. Oleh
sebab itu, sukai dan pelajari dengan sungguh-sungguh semua mata pelajaran. Jika
ada mata pelajaran tertentu yang memang kurang disukai pelajari juga bagaimana meminati mata pelajaran tertentu.
3.Menunjukkan
sikap dan prilaku baik.
Guru
lebih cenderung akan tertarik kepada siswa yang bersikap dan berprilaku baik.
Lumrah, kalau guru akan membenarkan saja jawaban siswa yang sedikit salah dalam
ulangan karena sikap dan prilaku siswa yang baik. Guru tidak akan ‘pelit’
memberi nilai. Sikap dan tingkah laku siswa termasuk unsur penilaian dalam pendidikan.
4.Rajin
mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah.
Kesalahan
yang umum dilakukan siswa adalah kemalasan mengerjakan tugas dan pekerjaan
rumah yang diberikan oleh guru. Pertama sekali yang dilihat guru adalah, apakah tugas yang diberikan ada dikerjakan
siswa atau tidak. Guru belum melihat apakah yang dikerjakan siswa, benar atau
salah. Nah, jika semuanya dikerjakan dan ternyata pekerjaan siswa benar,
peluang emas bagi siswa untuk mendapat nilai yang memuaskan.
5.Aktif
dalam kegiatan belajar.
Guru
akan menandai siswa yang aktif dalam belajar di ruang kelas. Keaktifan siswa
dalam belajar ditandai dengan aktivitas siswa, baik bertanya maupun menjawab
pertanyaan lisan yang diajukan oleh guru.
6.Memiliki
motivasi yang tinggi.
Untuk
menjadi siswa berprestasi perlu adanya motivasi atau dorongan semangat yang
tinggi untuk belajar dan meraih prestasi. Oleh sebab itu siswa perlu meningkatkan motivasi belajar sendiri. Faktanya, jarang ada
siswa yang rendah motivasi belajarnya akan mendapat juara di kelas.
7.Menguasai
cara belajar yang efektif.
Siswa
yang menguasai cara belajar efektif akan
mudah untuk mencapai hasil belajar yang memuaskan. Termasuk di dalamnya
bagaimana cara menghadapi ujian kenaikan kelas.
Nilai ujian kenaikan kelas memiliki prosentase yang lebih besar dari
unsur-unsur penilaian yang lain.
8.Taat
beribadah.
Siswa
yang taat beribadah kepada Allah SWT akan selalu berdoa untuk kesuksesan
dirinya dalam menggapai hasil belajar yang baik. Mereka memiliki keterkaitan
spiritual yang kuat dengan Yang Maha Kuasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar