Jumat, 11 Juli 2014

Artikel

1.Membagi waktu dengan baik.
Seorang siswa harus bisa membagi waktunya dengan baik agar berprestasi di sekolah. Bisa membagi waktu antara belajar, bermain, membantu orang tua, istirahat, termasuk main facebook-an, twiter-an atau blogging bagi yang sudah terlanjur hobi berselancar di dunia maya.
2.Meminati semua mata pelajaran.
Kurang menyukai satu atau beberapa mata pelajaran di sekolah merupakan suatu kerugian bagi siswa yang ingin berprestasi. Mengapa? Otomatis nilai pada mata pelajaran ini juga kurang memuaskan sehingga mempengaruhi jumlah nilai semua mata pelajaran. Oleh sebab itu, sukai dan pelajari dengan sungguh-sungguh semua mata pelajaran. Jika ada mata pelajaran tertentu yang memang kurang disukai pelajari juga bagaimana meminati mata pelajaran tertentu.
3.Menunjukkan sikap dan prilaku baik.
Guru lebih cenderung akan tertarik kepada siswa yang bersikap dan berprilaku baik. Lumrah, kalau guru akan membenarkan saja jawaban siswa yang sedikit salah dalam ulangan karena sikap dan prilaku siswa yang baik. Guru tidak akan ‘pelit’ memberi nilai. Sikap dan tingkah laku siswa termasuk unsur penilaian dalam pendidikan.
4.Rajin mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah.
Kesalahan yang umum dilakukan siswa adalah kemalasan mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru. Pertama sekali yang dilihat guru adalah,  apakah tugas yang diberikan ada dikerjakan siswa atau tidak. Guru belum melihat apakah yang dikerjakan siswa, benar atau salah. Nah, jika semuanya dikerjakan dan ternyata pekerjaan siswa benar, peluang emas bagi siswa untuk mendapat nilai yang memuaskan.
5.Aktif dalam kegiatan belajar.
Guru akan menandai siswa yang aktif dalam belajar di ruang kelas. Keaktifan siswa dalam belajar ditandai dengan aktivitas siswa, baik bertanya maupun menjawab pertanyaan lisan yang diajukan oleh guru.
6.Memiliki motivasi yang tinggi.
Untuk menjadi siswa berprestasi perlu adanya motivasi atau dorongan semangat yang tinggi untuk belajar dan meraih prestasi. Oleh sebab itu siswa perlu meningkatkan motivasi belajar sendiri. Faktanya, jarang ada siswa yang rendah motivasi belajarnya akan mendapat juara di kelas.
7.Menguasai cara belajar yang efektif.
Siswa yang menguasai cara belajar efektif akan mudah untuk mencapai hasil belajar yang memuaskan. Termasuk di dalamnya bagaimana cara menghadapi ujian kenaikan kelas. Nilai ujian kenaikan kelas memiliki prosentase yang lebih besar dari unsur-unsur penilaian yang lain.
8.Taat beribadah.
Siswa yang taat beribadah kepada Allah SWT akan selalu berdoa untuk kesuksesan dirinya dalam menggapai hasil belajar yang baik. Mereka memiliki keterkaitan spiritual yang kuat dengan Yang Maha Kuasa.

Artikel



“Pengaruh, Manfaat, Dampak Negatif dan Positif Teknologi Informasi Bagi Masyarakat “

Memandang Positit dan negatifnya teknologi informasi

Dengan anda membaca Artikel ini berarti anda akan mengetahui dampak negtif dan positif Teknologi bagi para penggunanya. Sebenarnya, berbicara masalah dampak positif dan negative Teknologi, semua hal apapun pasti ada dampak negatif dan dampak positif, namun semua itu  kembali pada para pnggunanya, bagaimana cara mereka memanfaatkannya,bagi di kalangan pemula orang yang hidup di daerah yang jauh dari wadah teknologi, dalam hal ini adalah di Pedesaan, mereka berasumsi bahwa teknologi ini hanya semata – mata membantu manusia melakukan komunikasi jarak jauh, dll, tp bagi para pengguna teknologi, mereka benar- tahu kalau teknologi itu bisa membuat orang bisa terjerumus dalam hubungan seksual dll, ini d akibatkan karena salah menggunakan Teknologi (Internet).


Media terknologi yang makin berkembang ialah wadah untuk membatu memberikan informasi dan pengetahuan yang berkembang. seperti maraknya dunia bloging, forum komunitas-komunitas, membuat group di facebook dll, yang masing-masing menonjolkan kemampuan dan kereatifitas mereka di dunia maya. Hal ini patut kita contoh, lebih-lebih kita sebagai generasi Umat Islam perlu memamfaatkan kemajuan teknologi sebagai media da’wah adalah langkah aplikative untuk memerangi sisi negative dari kemajuan teknologi. Mamfaat secara positif kemajuan teknologi itu sendiri memberikan value yang tidak terbatas, media layanan E-mail dan website membantu kita berhungan di penjuru Negara manapun untuk berkomuniskasi baik itu urusan bisnis, perkantoran ataupun pribadi. Namun, masalah lain yang lebih urgen yang berkaitan dengan perkembangan media teknologi itu sendiri ialah Dunia maya. Dunia maya sebagai gudang informasi dan ilmu pengetahuan, namun tidak semua hal positif kita dapat disini.
Seperti kita ketahui bersama, di saat sekarang ini banyak sekali anak umur 9-12 tahun telah menyaksikan materi pornografi, yang di akses dari internet.
Hal yang membuat aku perhatin terhadap perkembangan teknologi sekarang ini adalah banyaknya kasus bugil di depan kamera. Inilah sisi negative lain dari kemajuan tenknologi. Dengan jumlah 231 juta penduduk Indonesia, inilah yang harus kita sadari bahwa kemajuan terknologi berdampak baik dan buruknya. Dan kita tidak bisa di katakan belum siap menerima kemajuan itu sendiri,karena mau tidak mau perkembangan dunia tekonologi yang sudah menjadi kebutuhan kelengkapan aktifitas. Hanya mengenai kendala SDM yang belum merata merupakan Pekerjaan rumah bangsa ini, tantangan dalam penguasaan bahasa asing merupan hal pokok kunci menguasai teknologi itu sendiri. Kalau penguasaan bahasa itu tinggi maka kita akan menjadi bagian dari dikurs global, tetapi kalau penguasaannya rendah ini adalah masalah. Memandang positif dan negatif kemajuan teknologi, bagi kemaslahan bangsa dan umat islam khususnya. Adalah control secara internal mulai dari keluarga untuk mengenalakan dan mengawasi anak didik dari dampak negatif itu sendiri, dan pemerintah khususnya badan-badan yang bewenang menangani untuk mengambil langkah tepat untuk mengurangi dampak dari kemajuan sisi buruk teknologi itu sendiri. kian pesatnya kemajuan teknologi jangan kita jadikan hantu boomerang untuk kita tidak berani terbuka dan maju.peran penting bangsa elemen-elemen pemerintah, masyarakat dan keluarga adalah payung untuk menghindari dan mengurangi dampak negatif media itu sendiri.
Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik). Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Untuk bergabung dalam jaringan ini, satu pihak (dalam hal ini provider) harus memiliki program aplikasi serta bank data yang menyediakan informasi dan data yang dapat di akses oleh pihak lain yang tergabung dalam internet. Pihak yang telah tergabung dalam jaringan ini akan memiliki alamat tersendiri (bagaikan nomor telepon) yang dapat dihubungi melalui jaringan internet. Provider inilah yang menjadi server bagi pihak-pihak yang memiliki personal komputer (PC) untuk menjadi pelanggan ataupun untuk mengakses internet. Sejalan dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi internet juga semakin maju. Informasi dikatakan positif apabila bermanfaat untuk penelitiaan.



Di bawah ini saya akan jelaskan dampak-dampak positif maupun negatif dari penggunaan internet.
Dampak Positif:.Internet sekarang ini merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari peradaban manusia. Contohnya sekarang ini,kita sangat bergantung pada tehnologi ini.Apapun kita bisa lakukan di internet,misalnya: cari tugas, cari teman, baca berita di internet, liat tv bisa di internet, bahkan kejahatan pun sekarang bisa lewat internet. Begitulah manfaat internet.Dampak internet terbagi 2,yaitu positif dan negatif.Tergantung dari penggunanya itu sendiri yang menggunakan internet untuk apa.
Dampak positif: untuk mencari bahan-bahan tugas,referensi,pertemanan,informasi-informasi yang dapat menambah pengetahuan, bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain, kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.


Dampak negatif :seperti cyber crime yaitu kejahatan yang dilakukan seseorang dengan sarana internet, bentuknya seperti Hacking, Cracking.Pornografi :internet adalah informasi yang sangat mudah kita dapatkan,terutama pornografi yang sangat merajalela dan bisa diakses oleh siapapun dan dimanapun.Dengan mudahnya pornografi diakses,maka berakibatkan seseorang untuk bertindak kriminal.Perjudian,Penipuan dll.
Dampak Negatif Pornografi, Banyak orang yang beranggapan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browser melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal. Violence and Gore Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu. Penipuan Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut. Carding Karena sifatnya yang real time (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka. Perjudian Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.
Ada beberapa hal yang Merubah kehidupan masyarakat dari lahirnya internet
1. Dunia Usaha
Mungkin sebelum lahirnaya Internet, orang-orang sulit mendapatkan informasi ataupun membuka lapangan pekerjaan, tp dengan adanya internet ini, banyak pengusaha-pengusaha baru yang lahir dan berkembang dan jenis perdagangan yang muncul dari internet.
2. Semua bisa menjadi sumber informasi
Pada saat ini, setiap orang dapat dengan mudah untuk menjadi sumber ataupun mencari sumber informasi, karena tak terbatasnya jaringan komputer yang terkoneksi dengan komputer lain.
3. Kejahatan baru
Para ahli hukum harus bekerja lebih keras dalam mendeskripsikan suatu kesalahan seseorang karena kejahatan yang dilakukan melalui internet belum dapat didefinisikan, contoh seorang Cracker (Hacker dalam pengertian negatif..red) mengambil data orang lain. Apakah dia dapat dikategorikan penjahat/maling? Padahal kalau maling harus ada saksi dan bukti. Dan masih banyak contoh lain yang sering kita temui
Komputer dan masyarakat (computers in civilization) merupakan salah satu mata kuliah yang diajarkan pada fakultas komputer, mengapa komputer dihubungkan dengan masyarakat? mengapa bukan teknologi informasi yang dibahas? adalah John Preston orang yang mempopulerkan tema ini dalam bukunya Computer in a Changing Society dijelaskan bahwa teknologi informasi (TI) sekarang ini identik dengan komputer, bicara TI maka pasti berhubungan dengan komputer. Namun terlepas dari itu, komputer dan masyarakat merupakan sebuah studi tentang bagaimana pemanfaatan komputer di berbagai aspek kehidupan di masyarakat (sosial komputer), bagaimana komputer memberi pengaruh, bahkan membentuk budaya atau tren baru. Pada tulisan kali ini, Aku mencoba membahas hal yang terkait dengan komputer dan masyarakat, yaitu pemanfaatan komputer pada berbagai bidang.

Berikut ini adalah beberapa contoh bagaimana komputer digunakan dalam bidang yang sering dijumpai di masyarakat :

Dalam Bidang Kesehatan

1. Mendiagnosa Pasien

Komputer dapat digunakan untuk menghasilkan foto yang lebih baik dari tubuh pasien. Sinar-X adalah teknik tradisional yang merekam bayangan dua dimensi dari tulang pada film. Computerized Axial Tomography, juga dikenal sebagai CAT scan, adalah serangkaian gambar sinar-X dua dimensi yang digabungkan dengan komputer untuk mendapatkan gambar tiga dimensi.

2. Rekam Medis

Setiap kali kita mengunjungi seorang dokter atau pergi kerumah sakit dan setiap kali kita mengisi formulir, informasi tentang kunjungan kita dan obat (resep) yang kita terima akan menjadi bagian dari satu atau lebih database tentang sejarah kesehatan pribadi kita. Dibeberapa kantor praktik dokter, diagnosis dicatat pada kertas file folder sedangkan kantor praktik lainnya mencatatnya pada komputer.
Pelayanan kesehatan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) computer, banyak mendapatkan perhatian Dunia. Di sini Aku akan mencoba menuliskan bagaimana sebenarnya e-Health ters tersebut dan bagaimana implikasi teknologi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.
Pengertian e-Health sendiri secara luas dapat bermakna bidang pengetahuan baru yang merupakan persilangan dari informasi medis, kesehatan public, dan usaha, berkaitan dengan jasa pelayanan dan informasi kesehatan yang dipertukarkan atau ditingkatkan melalui saluran internet dan teknologi berkaitan dengannya (Gunter Eysenbach, J Med Internet Res 2001; 3(2): e20).
Dalam pengertian lebih luas, e-Health dapat diartikan sebagai tidak hanya pengembangan teknologi pelayanan kesehatan, namun juga mencakup pengembangan sikap, perilaku, komitmen dan tata cara berpikir untuk mengembangkan pelayanan kesehatan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.

Mengembangkan layanan e-Health akan membantu pihak-pihak penyedia layanan kesehatan termasuk pemerintah untuk mencapai hal tersebut di atas. E-Health akan memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk melakukan kolaborasi, pengumpulan dan analisa data kesehatan yang melampaui batasan fisik dan waktu.
Sebagai contoh, e-Health dapat diterapkan untuk membantu pemerintah mengembangkan program yang membantu dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya saling bertukar infomasi secara elektronik, mengambil data rekam medis pasien kapan dan dimana diperlukan, dan melakukan kolaborasi dengan memberi layanan jasa kesehatan lainnya secara real time melalui internet. Layanan kesehatan seperti ini akan memberikan banyak sekali penghematan dari sisi biaya dokumen dan administrasi layanan dan memberikan keuntungan pemberian keputusan layanan kesehatan yang terbaik kepada pasien dengan lebih cepat

Dalam Bidang Keuangan

Komputer sangat cocok saat kita bekerja dengan angka-angka. Salah satu penggunaan awal komputer adalah menghitung, baik penjumlahan, pengurangan, pembagian, matriks, mengerjakan rumus, diferensiasi, dll. Komputer dapat dengan cepat dan akurat menghitung kembali ratusan rumus dalam satu waktu. Bahkan komputer mampu mengelola angka-angka menjadi grafik yang cukup memakan waktu bila dikerjakan dengan cara konvensional (tanpa komputer) program komputer yang biasa mengolah angka disebut spreadsheet.





Dalam Bidang Manajemen Proyek

Proyek-proyek yang kompleks melibatkan banyak kelompok yang berbeda-beda, yang harus dikoordinasi dan dikelola. Aktifitas-aktifitas yang dikenal sebagai tugas (task) sering saling tergantung dan penundaan atau perubahan pada suatu tugas mempengaruhi tugas lainnya. Komputer dapat digunakan untuk secara otomatis
memperbarui bagian-bagian tersebut ketika data yang diolah berubah. Intinya, pengelolaan proyek yang kompleks tersebut, disederhanakan dan disusun teratur oleh komputer. \

Dalam Bidang Pendidikan

Pendidikan saat ini dapat secara signifikan dipengaruhi oleh penggunaan komputer untuk melakukan kegiatan belajar jarak jauh. Jika siswa dan guru menggunakan komputer atau internet pada waktu yang sama, ini disebut pertemuan kelas sinkronus. Jika siswa dan guru mengirim pesan dan bertukar informasi pada waktu
yang berlainan, kelas ini disebut asinkronus. Istilah pendidikan jarak jauh sudah umum digunakan karena metode ini populer untuk mengajar banyak orang di area yang tersebar. Model pendidikan ini juga populer diantara siswa yang punya jadwal kerja padat dan berlokasi pada jarak yang jauh
Ketika seseorang atau suatu kelompok ingin mengkomunikasikan sebuah gagasan kepada orang lain, hal itu sering kali dapat dilakukan secara efektif dalam sebuah pertemuan dimana presenter menggunakan alat visual untuk menyampaikan pemikirannya. Dulu, orang-orang mempersiapkan transparansi yang diproyeksikan pada sebuah layar sementara presenter berbicara. Komputer biasa digunakan untuk mengatur gambar dan teks dan memproyeksikannya pada sebuah layar dalam proses yang sangat serupa. Presentasi dengan menggunakan komputer dapat disusun, diedit, disalin, dan didistribusikan dengan jauh lebih cepat ketimbang presentasi
menggunakan transparansi.

Sebenarnya maish banyak lagi  hubungan antara teknologi computer dengan Masyarakat, Uraian di atas hanya sebagin kecilnya saja yang aku jelaskan
Mudah-mudahan dengan anda membaca artikel ini, para pembaca bisa menjadi lebih berhati-hati lagi terhadap dampak negatif daripada teknologi, terutama di kalangan para remaja dan anak-anak. Untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, marilah kita meningkatkan Iman kita terhadap ALLAH SWT, dan kita di harapkan agar tidak melakukan pergaulan bebas yang akan menjerumuskan kita ke dalam jurang kesesatan.Para orang tua juga di harapkan selalu mengawasi anaknya yang menggunakan teklnologi, dalam hal ini adalah Handphone dll.

Artikel

 Perilaku Disiplin

Membicarakan disiplin siswa, tidak terlepas dari persoalan perilaku negatif pada diri siswa, yang akhir-akhir ini semakin memprihatinkan. Berbagai tindak negatif dilakukan para pelajar di sekolah dari nyontek, bolos, memeras, sampai pelanggaran diluar sekolah seperti buat geng, berkelahi atau tawuran,penyalahgunaan narkoba, sex bebas, mencuri sampai pada pelanggaran-pelanggaran yang lebih membahayakan atau merugikan diri sendiri dan orang lain. Perilaku siswa terbentuk dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain faktor lingkungan, keluarga dan sekolah. Tidak dapat dipungkiri bahwa sekolah merupakan salah satu faktor dominan dalam membentuk dan mempengaruhi perilaku siswa. Beberapa cara yang dapat dilakukan sekolah adalah: 1. Guru hendaknya bisa menjadi contoh dalam berdisiplin, misalnya tepat waktu. Siswa tidak akan memiliki disiplin manakala melihat gurunya sendiri juga tidak disiplin. Guru harus menghindari kebiasaan masuk menggunakan jam karet, molor dan selalu terlambat masuk kelas. 2. Memberlakukan peraturan tata tertib yang jelas dan tegas, sehingga mudah untuk diikuti dan mampu menciptakan suasana kondusif untuk belajar. 3. Secara konsisten para guru terus mensosialisasikan kepada siswa tentang pentingnya disiplin dalam belajar untuk dapat mencapai hasil optimal, melalui pembinaan dan yang lebih penting lagi melalui keteladanan Di sekolah seorang siswa berinteraksi dengan para guru yang mendidik dan mengajarnya. Sikap, teladan, perbuatan dan perkataan para guru yang dilihat dan didengar serta dianggap baik oleh siswa dapat meresap masuk begitu dalam ke dalam hati sanubarinya dan dampaknya kadang-kadang melebihi pengaruh dari orang tuanya di rumah. Sikap dan perilaku yang ditampilkan guru tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari upaya pendisiplinan siswa di sekolah. Semua bentuk ketidak disiplinan siswa di sekolah tentunya memerlukan upaya penanggulangan dan pencegahan. - See more at: 

Artikel

Sebagai insan yang berada di sebuah lembaga pendidikan, apalagi Sekolah Menegah Kejuruan yang notabene siswanya adalah laki-laki menghadapi siswa “nakal” adalah hal yang biasa. Mulai dari siswa yang sering terlambat atau bolos sekolah, tidak mengerjakan tugas/ PR, ribut di kelas, jajan saat jam pelajaran, tidak sholat, dan masih banyak contoh “kenakalan” lain yang kerap dilakukan siswa. Hal-hal tersebut memang benar-benar menguji kesabaran kita. Dibutuhkan kesabaran dan keuletan tingkat tinggi.

Sebenarnya apakah benar ada anak diberi label “nakal”? Penulis sendiri tidak setuju bila ada siswa yang dilabeli “nakal”. Apalagi tidak sedikit guru yang memberi label “nakal” apabila ia merasa tidak sanggup mengendalikan siswanya. Di sisilain ukuran “nakal” tiap guru berbeda-beda. Sebagian guru akan menganggap siswanya “nakal” bila siswanya tidak mengerjakan PR, guru lain berpendapat siswa yang sering bolos/ tidak masuk sekolah adalah siswa yang “nakal”, sebagian lainnya menganggap siswa yang ribut saat pembelajaran adalah siswa yang “nakal”. 


Menurut saya tidak ada yang namanya siswa “nakal”, yang ada adalah;



  • Siswa yang krisis identitas. Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan siswa terjadi karena siswa gagal mencapai masa integrasi kedua.
  • Siswa yang memiliki kontrol diri yang lemah. Siswa yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku “nakal”. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.
  • Siswa yang kurang kasih sayang orang tua. Orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan menyebabkan kurang perhatian kepada anaknya. Tidak mengenalkan dan mengajarkan norma-norma agama kepada anaknya. Akibatnya dia akan sering bolos atau terlambat sekolah. Saat di sekolah ia akan berulah macam-macam untuk mendapat perhatian dari orang lain, termasuk kepada gurunya.
  • Siswa yang kedua orang tuanya tidak harmois atau bahkan bercerai. Suasana di rumah yang tidak nyaman akan menyebabkan anak tidak fokus saat pelajaran. Kedua orang tua yang seharusnya melidungi dan memberi contoh yang baik justru menjadi akar permasalahan anaknya.
  • Siswa yang menjadi “korban” dari saudara atau teman sepermainannya. Tipe anak seperti ini akan melakukan hal yang sama pada anak lainnya karena ia adalah ‘korban’ dan berusaha untuk membalas dendam.
  • Siswa yang mendapat tekanan dari orang tua. Tekanan ini bisa berupa tuntutan orang tua yang terlalu tinggi akan prstasi anaknya di sekolah atau peraturan di rumah yang terlalu ketat/ mengekang. Akibatnya bisa bermacam, siswa bisa pendiam tapi juga bisa “nakal” karena merasa ingin bebas.
  • Siswa yang mengalami kekerasan dalam lingkungan keluarga. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya masalah ekonomi. Siswa yang mengalami kekerasan di rumah, maka saat di sekolah ia akan menunjukkan sikap memberontak kepada gurunya atau bahkan melakukan kekersaan seperti apa yang ia alami.
  • Siswa yang salah bergaul. Lingkungan memang sangat memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan sikap siswa. Pergaulan yang kurang tepat atau menyimpang salah bisa menyebabkan perilaku yang menyimpang.
Itulah beberapa sebab mengapa siswa berperilaku “nakal” saat di sekolah. Saat kita tahu latar belakang masalah perikau murid kita, tentunya kita akan merasa iba dan kasihan. Oleh karena itu mari kita sebagai pendidik mulai untuk menghentikan label negatif kepada siswa.

Beberapa tips di bawah ini bisa kita coba untuk mengatasi perilaku siswa yang “nakal”, adalah:


  1. Berdo’a untuk anak terebut. Ucapkan namanya setiap kita berdo’a. Berharaplah apa yang kita minta akan dikabulkan Allah dan saat kita menghadapinya Allah mengkaruniakan kesabaran pada diri kita. Yakinlah dia akan berubah, karena keyakinan itu adalah doa. Dia pasti berubah, entah itu besok, lusa, atau kapanpun.
  2. Carilah info yang lengkap tentang siswa yang dianggap “nakal”. Tujuannya adalah agar kita lebih paham tentang latar belakanngya. Harapanya kita akan lebih bisa bersabar dan pengertian dalam menangani perilakunya.
  3. Hentikan ucapan atau label “nakal” pada siswa tersebut. Kita tahu ucapan adalah do’a. jika kita mengucapakan kata nakal, secara tidak langsung kita berdo’a agar dia menjadi nakal. Katakanlah yang baik-baik untuknya, walau bagaimana pun perilaku dan perkataannya.
  4. Panggilah dia ke runag BK atau masjid. Ajaklah dia berbicara empat mata dan dari hati ke hati. Tanyakanlah kepada siswa tersebut tentang harapannya, permasalahannya, atau sebab dia berbuat “nakal”. Dengan hal ini kita jadi lebih tahu tentang dirinya dan permasalahan yang sedang ia hadapi. Pada akhirnya, berilah ia solusi, motivasi dan arahan.
  5. Latilah dia dengan rasa tanggung jawab. Hal ini bisa dilakukan dengan kita memberikan dia kepercayaan. Contoh: menjadi muadzin, mengumpulkan kas kelas, membantu kita merekap buku tabungan, atau dengan melibatkan dia dalam kegiatan OSIS dan ROIS (meskipun dia bukan penggurus OSIS dan ROIS). Hal ini akan membuat dia merasa dibutuhkan dan diperhatikan. Tujuan akhirnya adalah agar dia tahu mana hak dan kewajibannya/ tanggung jawabnya sebagai siswa.
  6. Apabila siswa tersebut berbuat “nakal”. Maka, tergurlah dengan pelan-pelan dan jangan dibentak atau dimarahi. Karena siswa tipe seperti ini tidak akan berubah bila dimarahi. Mereka butuh didekati, diperhatikan, dan diajak berdiskusi, serta berilah mereka motivasi agar bisa berubah menjadi lebih baik. Katakan pada mereka “saya yakin kamu bisa lebih baik lagi dari kamu yang sekarang”. “saya akan merasa bangga bila kamu bisa lebih baik dari kamu yang sekarang”.
  7.  Apabila siswa tersebut berbuat “nakal”. janganlah diberikan hukuman fisik, seperti push up, set up, atau jalan jongkok. karena, hal ini justru akan menimbulkan rasa dendam dan jiwa melawan/ membangkang pada siswa. Tapi berikanlah dia hukuman seperti sholat dhuaha atau membaca Al-Qur'an.
  8. Buatlah perjanjian bila siswa tersebut berbuat “nakal”. Rekamlah dengan HP dan suruhlah dia mengucapkan janji agar tidak mengulangi perbuatannya. Bila dia mengulangi lagi, panggillah siswa tersebut dan putarlah rekamannya.
  9. Berilah dia pilihan. Berbuat baik konsekuensinya baik atau berbuat “buruk” konsekuensinya buruk.
  10. Bila siswa tersebut berbuat baik. Maka, pujilah dia. Pujian kita akan mebuat dia merasa bahwa usahanya dihargai dan diperhatikan oleh orang lain.

Artikel

Belajar merupakan kegiatan yang cukup merepotkan bagi sebagian kecil siswa. Apalagi  banyak sekali mata pelajaran atau bidang studi yang harus dikuasai pada suatu jenjang pendidikan. Itu belum lagi tugas-tugas yang diberikan guru yang segudang banyaknya. Jika dalam satu hari belajar 4 atau 5 mata pelajaran. Dapat dibayangkan betapa sibuknya siswa menghadapi semua itu.

Mau atau tidak, sebagai siswa harus menjalani semua itu agar tidak mengalami kegagalan. Siswa perlu mengetahui dan menerapkan berbagai upaya agar berhasil. Bagaimana siswa bisa menjalani semua itu dengan baik? Berikut ini adalah tips cara belajar paling efektif versi Matra Pendidikan:
1.Mengatur waktu dengan baik
Setiap siswa harus bisa mengatur waktu dengan baik. Membagi waktu mulai dari bangun tidur pagi sampai tidur malam. Semua itu terjadwal dalam agenda harian siswa. Bangun tidur shalat subuh bagi siswa muslim, mandi, berpakaian, kemudian sarapan pagi. Ingat, sarapan pagi itu penting, lho? Pulang sekolah istirahat sejenak, kemudian membantu orang tua. Setelah itu melakukan olah raga atau refreshing. Habis magrib, silahkan belajar. Belajar itu mungkin terbagi dua sesi. Sesi pertama mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah. Kemudian sesi kedua, mengulang pelajaran yang akan dipelajari esok hari. Atau bisa juga melihat kembali catatan pelajaran yang telah dicatat tadi siang di sekolah.
2.Membenahi catatan pelajaran
Biasanya, guru memberikan soal ulangan berdasarkan materi yang telah diterangkan di depan kelas. Perhatikan dengan baik materi yang diterangkan guru. Guru akan memberikan penekanan khusus pada bagian tertentu pokok bahasan atau tema pelajaran. Boleh jadi dengan menggarisbawahi kalimat tertentu atau mengulang-ulang materi bersangkutan dengan nada tertentu.  Nah, ini segera dicatat baik-baik. Jika guru terlalu cepat menerangkan, sementara siswa lambat menulis, bisa dicatat materi itu melalui buku buram atau buku draft. Nanti di rumah disalin dengan rapi ke buku catatan.
3.Sering bertanya di kelas
Bertanya bukan bearti asal bertanya. Bertanyalah kepada guru tentang materi yang kurang dipahami. Atau, minta penjelasan ulang, tentang materi pelajaran yang ditekankan guru untuk dipahami. Siapa tahu materi pertanyaan siswa itu menjadi soal ulangan harian oleh guru.
4.Mengulang pelajaran di rumah
Sebaiknya yang akan diulang mempelajarinya di rumah adalah catatan pelajaran hasil penjelasan guru. Membaca buku sumber belajar seperti buku panduan dan penunjang dilakukan untuk memperkaya materi yang sudah dipahami. Kalau mau ulangan, sebaiknya cukup membaca buku catatan pelajaran saja. Ini bertujuan untuk memfokuskan pemikiran terhadap pokok bahasan yang akan diujikan oleh guru.
5.Banyak minum air putih
Sebagai siswa yang sibuk harus banyak minum air putih karena bermanfaat untuk kesehatan. Jangan sampai siswa kehilangan cairan tubuh karena kurang minum. Siswa yang kurang minum sering ngantuk dan lemas.
6.Mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran.
Buah dan sayur bermanfaat untuk kebugaran tubuh. Tubuh yang bugar memungkinkan siswa untuk memusatkan perhatian dan konsentrasi.

Artikel

Perilaku otentik siswa dalam belajar dan guru dalam mengajar perlu terus diupayakan. Siswa idealnya bersemangat untuk memahami, bahkan memecahkan, berbagai masalah yang muncul di sekitarnya. Intinya, mereka belajar memahami dan memikirkan lingkungannya agar siap saat memasuki kehidupan, bukan hanya saat menghadapi ujian.
Kalaupun ada ujian, itu hanya sebagian kecil pengalaman belajar yang perlu dilewati. Ujian bukan segala-galanya, hanya bagian kecil dari proses besar yang namanya belajar. Hakikat belajar yang sesungguhnya adalah berpikir dalam arti seluas-luasnya.
Belajar mengondisikan siswa berpikir, memahami fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang terkait dengan berbagai disiplin ilmu untuk memecahkan masalah. Itulah esensi belajar yang sesungguhnya perlu diciptakan guru.
Guru sebagai manajer kelas idealnya menjadi penyedia fasilitas, penyiap kondisi, pendamping siswa, mitra siswa, pencerah, dan sumber inspirasi bagi siswa dalam belajar.
Guru idealnya mengondisikan siswa belajar benar, bukan hanya menjelaskan, memindahkan pengetahuan, serta mendampingi siswa berlatih mengerjakan soal dan membahasnya.
Kenyataannya, saat ini yang terjadi sebaliknya. Perilaku otentik guru yang memfasilitasi, menyediakan sumber belajar, mendampingi siswa belajar berpikir dalam arti yang seluas-luasnya tereduksi sangat nyata. Guru cenderung hanya menyiapkan siswa menghadapi ujian.
Bagaimana dengan berbagai ujian yang diberikan kepada siswa saat ini? Sebenarnya, berlatih mengerjakan berbagai model soal itu bukan sepenuhnya salah. Akan tetapi, siswa bersemangat belajar hanya karena ada ujian adalah contoh perilaku yang tidak otentik.
Sebaliknya, ada atau tidak ada ujian, siswa bersemangat mencari sumber, membaca, dan mendalaminya adalah perilaku otentik yang semestinya diciptakan.
Mereka berbuat bukan karena ada ujian, melainkan karena menyadari bahwa kehidupan yang akan dimasuki tantangannya semakin berat dan mereka harus bisa bertahan. Guru memfasilitasi siswa berperilaku otentik bukan karena siswanya akan menghadapi berbagai ujian, melainkan karena menyadari bahwa siswanya kelak akan berjuang di tengah masyarakat, menghadapi persoalan yang semakin kompleks.
Berikut disajikan beberapa ilustrasi. Ketika siswa harus mempelajari topik koperasi, misalnya, siswa tidak boleh hanya membaca pengertian dan ciri-ciri koperasi, syarat pendirian koperasi, dan pasal-pasal dalam Undang-Undang Koperasi. Lebih dari itu, guru wajib menyediakan beragam bacaan tentang koperasi, termasuk berbagai masalah dan tantangan yang dihadapi koperasi di tengah pertarungan ekonomi global.
Ada contoh-contoh keberhasilan koperasi di Denmark atau negara-negara lainnya. Ada upaya analisis kegagalan koperasi di Indonesia. Paling tidak, untuk kawasan ASEAN, bagaimana kita bisa membawa koperasi benar-benar menjadi saka guru perekonomian nasional?
Ilustrasi lain, ketika mempelajari tumbuhan atau tanaman dalam biologi, misalnya tentang tomat, siswa tidak hanya membaca dan menghafal bahwa tomat itu termasuk tumbuhan monokotil dan ciri-ciri tumbuhan monokotil, tetapi lebih jauh dari itu.
Siswa diajak membaca beragam teks untuk memperoleh pemahaman menyeluruh dan mendalam tentang tomat, mulai dari memilih benih sampai ekspor saus tomat, kemudian mendiskusikan dan jika mungkin mempraktikkannya.
Dengan tawaran kebijakan dan praktik pendidikan/pembelajaran yang otentik di atas, apakah ujian tidak diperlukan lagi? Ujian tetap perlu diadakan.
Hanya saja, semangatnya bukan untuk menagih ingatan siswa seperti yang terjadi saat ini setelah mereka membaca dan menghafal paket-paket materi yang kering, melainkan untuk mengondisikan agar siswa gemar membaca, belajar berpikir secara kritis, mendalam, dan komprehensif, serta belajar memecahkan berbagai masalah nyata di sekitarnya.
Dengan demikian, model ujiannya secara otomatis perlu dimodifikasi, tidak lagi didominasi bentuk pilihan ganda seperti saat ini. Pilihan ganda sangat dibatasi, itupun hanya untuk pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya benar-benar hanya satu, tidak ada jawaban alternatif.
Model pertanyaan yang ditonjolkan adalah analisis kasus, berbasis masalah, berbasis proyek, dan latihan eksperimen. Sekalipun ada sedikit pertanyaan pilihan ganda, pemberian bentuk soal seperti itu semangatnya untuk membiasakan siswa menguasai setiap topik, mulai dari yang sederhana, sekadar data ingatan, misalnya, sampai ke persoalan yang kompleks.

Rabu, 09 Juli 2014

Artikel



Cara Mengatasi Pergaulan Bebas Di Kalangan Remaja


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8FPBl8rn7NCZBap_TAtpfXLk5mvXK0KZDDHWyrA7JQWKfvLgEbHih8TAzg-i55tgHQsNp3YOiTlxRY3OZTanc5mAuPkom5vYUYkFW5DFlVCTzGbL_glI12JUUP-nOD5reQCYYQKUZfEw/s320/stop-pergaulan-bebas.jpg
Sebagai Negara timur, Indonesia masih kental akan adat istiadat dan juga nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh nenek moyang terdahulu. Meski tidak sekaku dahulu, namun nila-nilai tersebut masih bisa dilihat dari pola interaksi masyarakat dalam semua cakupan golongan. Nilai tersebut juga bertransformasi dalam isu “apa yang pantas dan tak pantas dilakukan”. Hal tersebut mungkin lazim disebut norma. Norma ini, meski tidak dalam bentuk tertulis, hidup beriringan dalam masyarakat. Dewasa ini, dengan berkembangnya media serta kemudahan mengakses berita, masyarakat kita disuguhi dengan budaya Negara lain. Pengaruhnya dalam bentuk imitasi dimana masyarakat meniru dan menerapkan dalam kehidupan mereka. Salah satu yang patut diwaspadai adalah pergaulan bebas khususnya yang terjadi di kalangan remaja. Pergaulan bebas ini akan bermurara pada permasalahan lain seperti penggunaan obatan terlarang, sex bebas dan perilaku criminal yang mengganggu. Lantas bagaimana cara mengatasi pergaulan bebas tersebut? Coba simak beberapa langkah berikut ini.


Mengisi Waktu Luang Dengan Kegiatan Menyenangkan

Ada banyak kegiatan positif yang menyenangkan. Mulai dari ikut eskul sekolah, bakti sosial, mengasah bakat, ikut menjadi relawan saat ada bencana dan masih banyak lagi lainnya, Kegiatan ini jauh lebih positif daripada hanya bermalas-malasan dan keluyuran. Pergaulan bebas biasanya dimulai dari kebiasaan remaja yang suka keluyuran dan berkumpul tanpa tujuan bersama teman-teman.

Memilih Teman Dengan Cermat

Salah satu cara mengatasi pergaulan bebas adalah dengan jeli memilih teman. Jika kalian mengamati perilaku teman tersebut tidak baik, segera jauhi dengan baik-baik. Jangan menoleris sikap tersebut. Sebab jika Anda terus-menerus menolerir, bisa jadi Anda yang terseret dalam perilakunya yang tak baik.

Say No To Pacaran!

Jika belum cukup umur, jangan habiskan waktu dengan hubungan bernama pacaran. Sebab, dalam masa yang labil, remaja cenderung impulsive dan mudah terpengaruh bujuk rayu. Pacaran merupakan gerbang yang paling dekat dengan sex bebas. Dan hal ini adalah salah satu signatur dari pergaulan bebas yang tentu merusak individu, generasi muda dan Negara dalam skala yang lebih besar.

Berkegiatan Di Rumah

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdkKnPeWdtLlFDgrJcZGla3rFn9kQ-AuDWleL-v8VBt4rywv6F9YXwqNS3MekFKYFOAliAP99iOuWEWRB7NkNjEcJK6e8grOMN8gZb5GeguxSUEOM_NkVl6q5XPNxgOEUp7XfrvogaB60/s400/cropped-img_07472.jpg

Meluangkan waktu di rumah merupakan pilihan yang menyenangkan. Anda bisa lebih dekat lagi dengan anggota keluarga lainnya. Bisa mengehmat ongos keluar dan juga tenaga tentunya. Ada banyak hal menarik dan bermanfaat yang bisa Anda lakukan di rumah. Jika tidak ada hal yang penting, tidur sekalipun jauh lebih baik dibandingkan keluyuran tidak jelas bukan?

Perdalam Agama

Pemahaman agama yang baik merupakan cara paling ampuh mengatasi pergaulan bebas. Agama merupakan benteng paling kokoh yang mencegah seseorang berbuat hal yang merusak baik bagi diir sendiri maupun orang lain.

Campur Tangan Pemerintah Dan Orang Tua

Pemerintah wajib mengawal peraturan untuk menertibkan pergaulan remaja. Memberi fasilitas layanan juga sosialisasi agar mereka jauh lebih paham bahaya yang mengintai di balik “kerennya” pergaulan bebas. Selain itu, orang tua juga harus menjadi penjaga dan pendidik terbaik bagi anak-anaknya. Mereka yang keluarganya hangat dan harmonis, cenderung mampu memiliki lingkungan yang baik pula. Demikian cara mengatasi pergaulan bebas yang bisa Anda terapkan. Semoga membantu!