Perilaku Disiplin
Membicarakan
disiplin siswa, tidak terlepas dari persoalan perilaku negatif pada
diri siswa, yang akhir-akhir ini semakin memprihatinkan. Berbagai tindak
negatif dilakukan para pelajar di sekolah dari nyontek, bolos, memeras,
sampai pelanggaran diluar sekolah seperti buat geng, berkelahi atau
tawuran,penyalahgunaan narkoba, sex bebas, mencuri sampai pada
pelanggaran-pelanggaran yang lebih membahayakan atau merugikan diri
sendiri dan orang lain. Perilaku siswa terbentuk dan dipengaruhi oleh
berbagai faktor, antara lain faktor lingkungan, keluarga dan sekolah.
Tidak dapat dipungkiri bahwa sekolah merupakan salah satu faktor dominan
dalam membentuk dan mempengaruhi perilaku siswa.
Beberapa cara yang dapat dilakukan sekolah adalah:
1. Guru hendaknya bisa menjadi contoh dalam berdisiplin, misalnya tepat
waktu. Siswa tidak akan memiliki disiplin manakala melihat gurunya
sendiri juga tidak disiplin. Guru harus menghindari kebiasaan masuk
menggunakan jam karet, molor dan selalu terlambat masuk kelas.
2. Memberlakukan peraturan tata tertib yang jelas dan tegas, sehingga
mudah untuk diikuti dan mampu menciptakan suasana kondusif untuk
belajar.
3. Secara konsisten para guru terus mensosialisasikan kepada siswa
tentang pentingnya disiplin dalam belajar untuk dapat mencapai hasil
optimal, melalui pembinaan dan yang lebih penting lagi melalui
keteladanan
Di sekolah seorang siswa berinteraksi dengan para guru yang mendidik dan
mengajarnya. Sikap, teladan, perbuatan dan perkataan para guru yang
dilihat dan didengar serta dianggap baik oleh siswa dapat meresap masuk
begitu dalam ke dalam hati sanubarinya dan dampaknya kadang-kadang
melebihi pengaruh dari orang tuanya di rumah. Sikap dan perilaku yang
ditampilkan guru tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari upaya
pendisiplinan siswa di sekolah. Semua bentuk ketidak disiplinan siswa di
sekolah tentunya memerlukan upaya penanggulangan dan pencegahan.
- See more at:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar