Menanamkan Nilai Agama Sejak Usia Dini
Dewasa ini tingkat pergaulan
remaja makin lama makin mengkhawatirkan. Namun orang tua tidak bisa selamanya
mengawasi anak setiap saat. Sehingga tidak jarang orang tua kecolongan dalam
mengawasi anak-anak mereka. Inilah yang perlu di perhatiakan oleh orang tau, di
sadari atau tidak suatu saat anak akn bereda di luar tanpa bisa kita awasi atau
kita pantau setiap saat, kalaupun terlalu di kekang biasanya anak juga kurang
begitu, malah bisa berdampak kurang baik buat hubungan anak dan orang tua.
Melihat kenyataan ini tentunya
di perlukan sebuah upaya pencegahan supaya anak-anak kita tidak terjerumus
dalam pergaulan bebas atau pergaulan yang tidak sesuai dengan norma. Salah satu
hal yang bisa di lakukan adalah menanamkan nilai agama sejak usia dini. Hal
ini sangat penting untuk memperkuat pondasi dari dalam diri seorang anak,
sehingga kelak di kemudian hari mereka bisa lebih bisa mengendalikan diri dan
berpikir sebelum melakukan suatu tindakan.
Penanaman nilai agama sejak dini bisa di lakukan melalui beberapa cara, antara lain:
Penanaman nilai agama sejak dini bisa di lakukan melalui beberapa cara, antara lain:
1. Mengenalkan eksistensi Tuhan kepada
anak
Apapun yang di lakukan anak
selama ia belum usia baliq, maka orang tuanyalah yang bertangung jawab penuh
atas perilaku anak. Hal pertama dan yang utama dalam mendidik anak adalah
mengenalkan anak tentang eksistensi Tuhan sebagai sang pencipta alam semesta
dan seluruh isinya. Mengingat usia anak-anak adalah masa di mana mereka mudah
untuk untuk mengimitasi, mereka juga masih sangat mudah untuk di dogma.
Dogma tentang kebesaran Tuhan harus di tanamkan sedini mungkin, dengan harapan
anak memiliki keyakinan yang teguh akan keberadaan sang pencipta.
2. Dongeng kisah teladan para rosul
Hal yang paling di sukai oleh
anak-anak selain mainan adalah dongeng. Manfaatkanlah hal ini untuk menanamkan
nilai agama kepada anak. Ceritakanlah tentang kisah teladan nabi dan rosul kepada
anak. Dan untuk hal ini orang tua tidak usah khawatir sekarang banyak sekali
dongeng-dongeng kisah teladan di toko buku dengan harga yang cuku murah.
Dongeng ini bisa di ceritakan pada saat menjelang tidur atau saat kumpul
leluarga. Yang paling berat dalam hal ini adalah meluangkan waktu untuk hal
tersebut, mengingat hal ini penting maka sebaiknya orang tua menyepatkan
waktunya untuk memberikan dongeng kepada anak
3. Mengajarkan nili-nilai keberagamaan
dalam kehidudapan sehari-hari melalui keteladanan
Ada pepatah yang mengatakan
“buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya” artinyaa apapun yang di lakukan oleh
orang tua akan sangat mempengaruhi perilaku anak di kemudian hari. Jadi untuk
bisa menanamkan nilai keberagamaan, perlulah orang tua memberikan contoh
bagaimana perilaku hidup Bergama di lingkungan keluarga dan masyarakat. Jangan
sampai anak menyuruh anak mengaji, tapi ia sendiri malah asyik menonton TV. Ini
harus menjadi koreksi penting bagi orang tua supaya bisa mengajarkan
nilai-nilai keberagamaan kepada anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar